Dok. Pribadi Fahad P. Alfaj (2018)
1. Kebudayaan Massa (Mass Culture) ini selalu berhubungan dengan produksi, promosi dan juga pemasaran karena pada dasarnya kebudayaan massa adalah kebudayaan konsumsi. Jadi, jelas dalam kebudayaan massa kapitalis industrialis adalah pedagang dan massa berarti pembeli yang di peras habis-habisan secara ekonomis maupun cultural.
2. Kebudayaan Tinggi (High Culture) menurut pengertiannya adalah mereka yang melaksanakan suatu cara hidup yang hanya mungkin dilakukan oleh, mereka yang dapat bergaul dengan segala yang terbaik, yang pernah ditulis dan diucapkan dalam sejarah kemanusiaannya. Mereka adalah sekelompok kecil manusia di dalam masyarakat yang memiliki kesadaran paling luas dan paling dalam pandangan yang paling jernih dan perasaan perasaan yang paling halus. Berkat persinggugan yang di alami oleh mereka dengan ilmu, kesenian, dan filsafat dan dengan masalah-masalah hakiki dari kehidupan mereka. Mereka adalah sekelompok budaya yang secara sadar, yang memandang hidup berbudaya adalah suatu kegiatan.
3. Kebudayaan Rakyat (Folk Culture) kebudayaan jenis ini adalah kebudayaan yang ada di kampung-kampung terasing. Yang belum terpengaruh atau bahkan belum tersentuh oleh media massa atau akibat teknologi komunikasi modern. kelompok ini menganut kebudayaan rakyat. Di Jawa Barat kebudayaan ini dapat dikatakan sebagai kebudayaan asli yang tumbuh dan berkembang sebelum datangnya kebudayaan Islam dan kebudayaan Eropa, bahkan sebelum kebudayaan Hindu-Budha. Kebudayaan asli ini adalah kebudayaan suatu suku bangsa berhuma dan menganut agama Padi. Nyi Pohaci Sang Hiang Sri (Dewi Sri) mempunyai kedudukan yang penting dalam kehidupan mereka, bisa dikatakan ini adalah tuhan dari penganut kebudayaan ini.
Sumber referensi
Buku Teater Modern Indonesia dan Beberapa Masalahnya (Saini KM)
0 komentar:
Posting Komentar